"Quality People , Quality Life"

Pelajari Tata Tertib Saat UN, Yuk!

Tinggal beberapa bulan lagi siswa-siswi SMA dan sederajat kelas XII akan menjalani Ujian Nasional (UN). Untuk bisa menjalani UN dengan lancer, maka peserta ujian perlu memperhatikan sejumlah tata tertib.


Tata tertib itu sendiri harus bisa dipatuhi, agar mempermudah proses UN yang akan kamu jalani. Di antara tata tertib yang perlu dipatuhi, yakni para siswa harus masuk ke dalam ruang ujian saat tanda masuk telah berbunyi, yaitu 15 menit sebelum UN dimulai. Bagi siswa/i yang datang terlambat, maka bisa diperbolehkan masuk ketika sudah mendapatkan ijin dari Ketua Panitia UN di sekolah.


Selama ujian berlangsung, para siswa dilarang untuk membawa alat komunikasi, bahkan kalkulator ke tempat ujian. Berbagai barang siswa, seperti tas, buku, dan catatan dalam bentuk apapun dikumpulkan di depan kelas. Siswa hanya diperbolehkan untuk membawa alat tulis, seperti pensil 2B, karet penghapus, peraut, penggaris, serta kartu tanda peserta ujian.


Sebelum mengerjakan soal-soal ujian, para siswa harus mengisi daftar kehadiran menggunakan pulpen yang disediakan oleh pengawas. Selain itu, siswa juga harus mengisi identitas mereka pada halaman pertama butir naskah soal, serta identitas di Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN) dengan lengkap. Di lembar tersebut siswa akan menyalin kembali pernyataan "Saya mengerjakan UN dengan jujur".


Jika ada siswa yang masih bingung dalam pengisian identitas pada LJUN, bisa langsung bertanya dengan mengacungkan tangan lebih dulu. Kemudian, kamu juga diberi kesempatan untuk mengecek kelengkapan cover naskah serta isi naskah sampai dengan nomer soal. Bila kamu mendapati naskah soal atau LJUN yang rusak, cacat, atau terlipat, maka kamu bisa menggantinya dengan naskah soal serta LJUN cadangan.


Bagi siswa yang tidak mendapatkan naskah beserta soal UN, maka bisa meminta naskah serta LJUN cadangan di ruangan lain. Kamu perlu berhati-hati dalam memisahkan LJUN dari naskah soal. Setelah ada tanda untuk mengerjakan, barulah kamu mengerjakan soal UN tersebut.
Selama ujian siswa hanya bisa meninggalkan ruangan bila sudah mendapatkan izin dari pengawas. Bagi siswa yang meninggalkan ruangan serta tidak kembali lagi, maka dianggap sudah menyelesaikan UN pada mata pelajaran yang diikuti.


Siswa yang sudah selesai mengerjakan UN sebelum waktu habis, maka tidak diperbolehkan untuk meninggalkan kelas sampai tanda berakhirnya waktu. Saat sudah ada tanda berakhirnya waktu, hentikan semua kegiatan mengerjakan ujian tersebut.


Selama mengerjakan UN, kamu dilarang untuk bertanya jawaban pada siapa pun, serta bekerjasama dengan siswa lainnya. Jangan memberi tahu atau bantuan dengan menjawab soal UN. Dilarang untuk memberi jawaban ujianmu kepada orang lain atau melihat pekerjaan peserta lainnya. Jangan membawa naskah soal serta LJUN keluar ruangan. Terakhir, saat mengerjakan UN, jangan menggantikan atau digantikan oleh orang lain.

 

Jangan Lakukan Ini saat UN

Agar ujian nasional (UN) berjalan lancar, maka kamu wajib untuk mengikuti tata tertib yang berlaku. Jangan sampai kamu melakukan pelanggaran yang bisa mengacaukan ujian yang akan kamu jalani nanti.

Saat UN berlangsung, ada baiknya kamu tidak melakukan berbagai hal ini, di antaranya meminjam alat tulis dari peserta ujian lain serta tidak membawa kartu UN. Sementara untuk pelanggaran sedang yakni membawa HP ke ruang ujian dan membuat kegaduhan di dalam ruang ujian. Dalam pelanggaran tingkat berat yaitu apabila kamu membawa contekan ke ruang ujian, bekerja sama dengan peserta ujian lain, serta mencontek atau menggunakan kunci jawaban.

Ada juga beberapa kriteria pelanggaran yang dilarang untuk dilakukan oleh pengawas UN. Dimulai pelanggaran ringan yakni lalai, tertidur, merokok, sampai berbicara yang bisa mengganggu konsentrasi peserta ujian. Saat melakukan pengawasan menggunakan alat komunikasi, atau perangkat elektronik lainnya serta membaca bahan yang tidak ada hubungannya dengan UN. Kemudian, pegawas juga lalai dalam membantu mengisi identitas peserta ujian.

Pelanggaran sedang yang juga harus dihindari oleh pengawas di antaranya tidak mengelem amplop LJUN di ruang ujian. Tidak memeriksa serta menyususn LJUN di ruang ujian. Sementara hal ini yang masuk dalam kategori pelanggaran berat antara lain memberi contekan, membacakan kunci jawaban pada peserta ujian, dan menggantu serta mengisi LJUN.

Dalam pelaksanaan UN, juga akan dilakukan investigasi yang dilakukan sendiri-sendiri atau bersama dengan Inspektorat Jenderal Kemdikbud atau Kemenag, Badan Standar Nasional Pendidikan, Pusat Penilaian Pendidikan Kemdikbud. Bentuk investigasi yang dilakukan sendiri berupa peninjauan langsung ke tempat kejadian perkara, dan melakukan analisis pola jawaban per daerah (kabupaten/kota).

Nantinya dari hasil investigasi tersebut ditindaklanjuti hingga disampaikan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Untuk hasil dari keputusan rekomendasi akan ditetapkan langsung oleh Mendikbud. Sampai nantinya Panitia UN Tingkat Pusat melaksanakan keputusan yang dibuat oleh menteri.

Bagi peserta serta pengawas ujian yang telah melakukan pelanggaran maka akan mendapatkan sanksi sesuai tingkat pelanggaran yang telah dibuatnya. Untuk peserta ujian yang melakukan pelanggaran ringan maka akan diberikan peringatan tertulis. Sementara bagi yang melakukan pelanggaran sedang akan mendapat sanksi berupa pembatalan ujian pada mata pelajaran yang diujikan. Untuk pelanggaran berat, peserta ujian akan mendapatkna sanksi yakni dikeluarkan dari ruang ujian dan mendapatkan nilai 0 (nol) bagi mata pelajaran tersebut.

Sementara sanksi yang akan diterima pengawas ujian yang melakukan pelanggaran ringan yakni diberi peringatan oleh panitia UN di tingkat satuan pendidikan atau tingkat kabupaten/kota yaitu dengan dibebastugaskan sebagai pengawas ruang ujian. Untuk pengawas yang melakukan pelanggaran sedang dan berat akan dibebastugaskan untuk mengawas ruang ujian dan diberikan sanksi yang sesuai dengan UU yang berlaku.

Sekolah atau madrasah atau pendidikan kesetaraan yang melaksanakan UN bila melanggar ketentuan POS maka akan diberikan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan. Serta, semua pelanggaran yang terjadi dalam pelaksanaan UN harus ditulis di berita acara.

 


Semoga berhasil !


Sumber : http://news.okezone.com/read/2016/01/09/65/1284261/pelajari-tata-tertib-saat-un-yuk